Memelihara Kucing Adalah Keputusan Terbaik Untuk Kesehatan Mental Manusia


7 shares

Banyak alasan untuk seseorang memelihara seekor kucing. Tidak bisa dipungkiri kucing adalah hewan peliharaan yang bisa menjadi pelipur lara bagi sebagian orang. Terlebih untuk para pecinta kucing, kucing adalah keluarga, terkadang kucing dianggap dan diperlakukan sebagai anak sendiri. Cerita yang mengharukan datang dari Sian Ferguson yang dilansir dari halaman www.rodalesorganiclife.com pada 9/6/2017. Bagaimana memelihara kucing menjadi keputusan terbaik yang pernah ia lakukan untuk kesehatan mentalnya. Simak kisahnya dibawah ini.

Pada tahun 2016, saya dua kali dirawat dirumah sakit, dua kali pindah kota, dua kali putus cinta, dan harus keluar sementara dari kampus untuk mengambil pekerjaan tetap. Hal ini sangat membuat saya stres, patah hari, dan menjadi cobaan yang sangat berat untuk kesehatan mental saya.

Penyelamat saya datang dalam bentuk sesuatu yang berbulu yaitu seekor anak kucing yang  gelisah tetapi memiliki mata besar yang seakan ingin menergap segala benda yang ada didekatnya.

Teman sekamar saya bertemu dengan seekor anak kucing yang membutuhkan tempat tinggal ketika sedang membawa kucingnya ke vet langganan. Kucing kecil itu adalah kucing liar tetapi sifat ramahnya membuat siapapun tidak tega meninggalkannya sendirian. Keadaannya sangat memprihatinkan, kurus dan kekurangan gizi, bulunya kusut, ia tertarik mendekat tetapi terlihat sangat cemas.

Teman sekamar saya mengirimkan beberapa foto kucing itu. Saya sudah mempertimbangkan untuk memelihara kucing sementara waktu dan tidak bisa saya pungkiri hati saya langsung luluh saat melihat kucing kecil itu. Saya mengurus hal-hal untuk mengadopsinya, dan segera kucing kecil itu berada dipelukan saya. Saya namakan ia Pandora.

Pandora membutuhkan waktu yang lama untuk mengenali saya. Pada dua minggu pertama, dia hanya mau beraktifitas dibawah tempat tidur saya. Dia pernah berlari keluar dan terjebak di semak-semak selama dua hari. Seiring berjalannya waktu, saya merasa seperti ini adalah kesalahan saya. Saya merasa gagal karena Pandora tidak dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan saya. Saat itulah saya menyadari sepenuhnya bahwa ia adalah makhluk hidup, perasaan yang sebenarnya mengatakan kalau makhluk hidup ini bergantung pada saya. Untuk bertahan hidup, Pandora membutuhkan saya. Dan untuk pertama kalinya, saya merasakan keberadaan saya sangat penting untuk kelangsungan hidup orang lain.

Saya menyadari bahwa saya harus baik-baik saja untuknya – saya harus berguna untuknya, jika bukan untuk saya. Tidak peduli seberapa buruk perasaan saya, saya tahu saya harus bangun di pagi hari dan memberinya makan. Saya harus bekerja untuk bisa menjaga Pandora dengan baik. Saya harus membersihkan kamar saya untuk memastikan ia tidak merusak sesuatu. Disaat saya merasa saya tidak melakukan apa-apa untuk diri saya ataupun orang lain, saya selalu ingat bahwa saya harus melindunginya. Untuk beberapa alasan, hal itu yang paling membuat saya termotivasi.

Saya sadari jika saja usaha bunuh diri saya berhasil, maka tidak akan ada lagi yang bisa melindungi dan menyelamatkan Pandora. Tanpa saya, mungkin Pandora akan tetap menjadi kucing penakut dengan bulu yang kusut. Kenyataan inilah yang membuat saya lebih bersyukur atas hidup saya, meski banyak kesulitan yang saya alami. Ketika saya merasakan kesedihan yang mendalam, saya mencoba mengingat hal ini. Berapa banyak kucing yang kehilangan tempat tinggal? Bagaimana dengan teman-teman yang belum masuk ke kehidupan saya? Bagaimana dengan kekasih atau anak-anak? Yang lebih penting lagi, berapa banyak kebahagiaan yang akan saya lewatkan ketika saya memutuskan untuk bunuh diri?

Ketika Pandora beranjak besar, ia mulai meninggalkan kamar tidur dan berusaha untuk menjelajahi seisi rumah, rasa penasarannya membuat saya nyaman. Ia menemukan dunia seperti anak-anak dan mendapatkan kesenangan pada hal-hal kecil. Mustahil untuk saya tidak tersenyum ketika melihat tingkah lakunya dan hampir tidak mungkin saya merasa sedih saat dia terpikat dengan dunia di sekitarnya.

Semua orang bilang kepada orang yang depresi untuk menemui psikolog, tapi tidak ada yang bilang betapa susahnya hal itu. Tidak ada yang mengatakan kalau terapi dapat membuat kita menjadi lebih trauma apabila dipasangkan dengan penasihat yang salah. Tidak ada yang mengatakan bahwa kita harus sering mengeluarkan banyak uang sebelum kita menemukan hasil apapun.

Selama 9 tahun terakhir, saya telah menjalani sesi terapi. Saya memiliki beberapa penasihat yang baik dan sangat peduli pada saya, dan beberapa lagi yang tidak peduli.

Saya merasa terjebak dengan terapi ini untuk waktu yang lama, dan saya belajar dari hal itu. Kemudian saya menarik satu kesimpulan bahwa terapi membuat saya menghabiskan banyak uang, waktu, dan energi, sehingga saya memutuskan untuk menghentikan terapi itu.

Secara mengejutkan, Pandora memberikan saya sesuatu yang tidak pernah saya dapatkan saat saya terapi yaitu alasan untuk tetap hidup. Penasihat akan membantu kamu berbicara dan bekerja melewati perasaan-perasaan yang membingungkan, tetapi mereka tidak bisa memberimu cinta, hal yang sangat saya butuhkan selama ini. Dari sudut pandang yang objectif, mengadopsi kucing adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat untuk kesehatan mental saya. Sedangkan dari sudut pandang penulis muda yang berjuang memenuhi kebutuhan, ini adalah metode terapi yang termurah dan paling efektif yang pernah saya temui.

Saya tidak bilang terapi atau meditasi itu tidak berguna. Faktanya terapi dan meditasi banyak menyelamatkan nyawa orang. Yang ingin saya katakan adalah penyembuhan bisa berasal dari hal yang sangat tidak terduga.

Tidak ada yang bisa menandingi cinta tanpa syarat dari hewan peliharaan. Meskipun saya memikirkan bahwa saya adalah orang yang paling buruk di dunia, kucing saya akan tetap mengendus leher saya dan bermain mengigit jari saya. Dia tidak membutuhkan perhatian yang terlalu berlebihan, tetapi dia tetap membutuhkan saya, dan saya membutuhkan dia.

Bersama atau tidak bersama hewan peliharaan, kita selalu berhak untuk mendapatkan cinta. Kita selalu layak mendapatkan pengakuan dan kasih sayang. Tapi dengan kehadiran hewan peliharaan kita yang lembut dapat mengingatkan kita akan kenyataan bahwa kita selalu dibutuhkan oleh orang lain.

Nahh, kalian bisa kasih saran buat temen-temen yang ngerasa sepi sedih sendiri buat memelihara kucing dari sekarang, dan tentunya harus berkomitmen untuk bisa menjaga dan merawat kucing itu dengan baik yaaa.

 


Like it? Share with your friends!

7 shares

What's Your Reaction?

Gemas! Gemas!
2
Gemas!
Marah! Marah!
0
Marah!
Jenius! Jenius!
2
Jenius!
Ngakak! Ngakak!
0
Ngakak!
Sukak! Sukak!
1
Sukak!
Kaget Kaget
0
Kaget
Takuut! Takuut!
0
Takuut!
Sedih Sedih
0
Sedih
WTF WTF
0
WTF
Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles