Menyelamatkan Kehidupan Seekor Kucing Dengan Sepotong Kasih Sayang


468 shares

Lagi dan lagii seekor kucing dibuang dijalanan oleh oknum tidak dikenal. Betapa mirisnya melihat kucing-kucing yang akhirnya berakhir dijalanan karena banyak hal salah satunya itu peran manusia yang “tidak mau tahu”. Beberapa orang menganggap derajat manusia dan kucing berbeda. Meskipun begitu tetapi tetap saja manusia diberi akal oleh Tuhan YME untuk dapat bertindak dan berperilaku sebaik-baiknya.

Perkenalkan LEVI, seekor kucing kecil malang yang ditemukan tanggal 19 Februari 2017 tepatnya sore hari saat selesai hujan deras mengguyur area Tangerang oleh Eva Ayuning Cahya. Eva menceritakan kisahnya kepada tim Kucingmalas.com. Kami sangat menghargai ketulusan Eva menolong Levi. Simak kisahnya disini.

Levi saat pertama kali ditemukan

Awalnya Eva melihat Levi berada di lapangan bola dekat rumahnya (kebetulan tempat lalu lalang sepeda motor) yang di seberangnya berjejer penjual makanan. Tapi mirisnya tidak ada yang mempedulikan Levi dengan kondisi sebagian kepala kotor terkena becekan tanah dan mata sebelah kiri tertutup, bengkak dan mengeluarkan darah. Levi meringkuk di tanah yang becek dan kedinginan.

Eva yang sedang melintas di jalanan itu tidak tahu kalau Levi seekor kucing, sesaat memperhatikan Eva berharap akan ada yang mau menyelamatkan Levi. Saat itu Eva sedang naik motor bersama adiknya dan lewat daerah itu karena ingin ke minimarket. Keinginan batin Eva untuk menyelamatkan Levi sangat kuat tetapi ia masih bimbang karena kalau dibawa ke rumah takut tidak diizinkan oleh orangtuanya karena dirumahnya saat ini sudah ada 6 kucing.

Levi setelah dibawa pulang ke rumah, dibersihkan dan dimandikan.

Tetapi akhirnya saat Eva kembali ke tempat itu, Levi masih berada di tempat yang sama saat awal ia lihat. Orang-orang di sekitar situ juga menutup mata akan kehadiran Levi. Padahal banyak motor-motor diparkir berjejeran tak jauh dari Levi berada pasti ada yang sudah melihat Levi. Akhirnya tanpa pikir panjang Eva langsung turun dari motor dan mengambil Levi, ia sempat bertanya juga ke salah satu penjual makanan disitu apa Levi berpemilik atau tidak? Jawabannya tidak, Levi adalah kucing buangan. Sang penjual bercerita singkat bahwa beberapa hari yang lalu ada orang yang membuang 2 ekor kucing disitu dan kucing yang satunya lagi sudah mati (ya, itu artinya saudara Levi sudah mati).

Eva langsung membawa Levi ke rumah tanpa berpikir bagaimana cara menyembuhkannya lukanya nanti dan alasan apa yang harus ia berikan ke orangtuanya agar mau menerima Levi di rumah. Karena yang ada dipikiran Eva hanya, bagaimana Levi bisa dapat tempat yang layak dengan kondisinya yang seperti itu.

Levi mau bertahan sampai besok saja Eva sudah sangat bersyukur.

Beberapa hari setelah lukanya semakin membesar

Setelah itu Eva sempat posting di beberapa forum kucing untuk minta tolong merawat Levi, karena ia takut tidak maksimal merawatnya karena hari senin-jumat ia harus bekerja, sedangkan adik dan orangtuanya tidak ada yang tega memegang Levi dengan keadaan seperti itu. Tetapi hasilnya nihil. Tidak ada yang bisa menampung Levi. Akhirnya Eva urus sendiri. Eva sempat hopeless dan hampir menyerah merawat Levi, tapi karena keinginan melihat Levi untuk sembuh begitu kuat, esoknya Levi langsung dibawa ke vet langganannya dengan sisa uang yang ada di dompet. Eva bahkan meminta izin dari kantor untuk menjemput Levi di rumah dan membawanya ke vet.

Setelah diperiksa, Dokter bilang penyakit mata Levi dinamakan Chlamydia dan memang sering terjadi pada kitten seumuran Levi (saat ditemukan umur Levi kurang lebih 2 bulan) untuk bisa sembuh dan matanya kembali normal sudah agak sulit karena Levi menggaruk matanya dengan kondisi kuku yang kotor saat itu.

Beberapa bulan setelah diobati

Setelah diberikan pertolongan pertama di vet, kondisi Levi mulai membaik, ia sudah mau makan sedikit-sedikit dan explore di dalam rumah (walaupun kadang badannya jatuh ke sebelah kiri karena matanya yang membengkak). Sebulan lamanya Eva hampir tidak bisa tidur nyenyak setiap malam, karena setiap dini hari Levi pasti berteriak karena haus. Sangat wajar karena umurnya masih sangat kecil dan masih harus dibantu untuk minum susu. Tapi entah kenapa setiap liat muka Levi rasa kantuk yang Eva rasakan langsung hilang dan berganti kebahagiaan.

“bisa lihat dia tidur nyenyak setelah diberi susu udah bikin saya senang.” kata Eva

Levi setelah dirawat, keadaannya semakin membaik

Mata Levi juga rajin ia kasih obat tetes yang diresepkan dokter 2x sehari, pagi sebelum ia berangkat kerja dan sore saat ia pulang selalu diusahakan memberi obat tetes untuk mata Levi. Hingga beberapa minggu kemudian matanya perlahan mengering bagian luarnya dan terkelupas. Ya, Levi dipastikan kehilangan mata kirinya.

Eva kembali ke dokter untuk memeriksakan Levi, dokter bilang tidak perlu dioperasi karena sudah kering dan hanya cukup dibasuh cairan NaCL kalau kotor saat bangun tidur (awalnya Eva mau Levi dioperasi, tetapi berat badan Levi tidak cukup untuk dilakukan tindakan operasi)

Levi aktif bermain

Hingga dibulan ketiga Levi sudah bisa makan sendiri, lari-larian dan main dengan kucing-kucing Eva yang lain di rumah. Kondisi Levi sekarang mata kirinya sudah tidak ada, tetapi ia tetap menjadi kucing yang sangat lincah, sehat, makannya banyak dan hobi ngaduk-ngaduk air di dalam gelas.

“Saya sangat bahagia, usaha saya untuk membuat Levi sembuh dan memiliki kehidupan yang layak selama ini berbuah manis.” jelas Eva kepada Tim Kucingmalas.com

Levi kembali sehat dan ceria

Saat ini Levi bukan lagi kucing liar yang kesepian di beceknya tanah saat hujan. Ia sudah menjadi kucing lincah bermata satu yang dipenuhi kasih sayang di rumah. Ada yang menarik dari Levi, beberapa bulan saat Eva kembali ke vet untuk memberi vaksin Levi, dokter yang memeriksa Levi bilang kalau Levi adalah kucing mix dilihat dari telinga dan ekornya. Dia adalah kucing mix dome-maine coon. Kalau memang benar Levi kucing mix, Eva anggap itu sebagai bonus dari Tuhan tetapi kalau bukan, ia tidak menyesal sama sekali telah merawat Levi. Karena ia bukanlah sekedar hewan peliharaan bagi Eva, Levi adalah keluarga sekaligus teman hidup.

Eva dan Levi

Kisah Eva patut kita jadikan inspirasi ya cat lovers. Sebaik-baiknya manusia akan lebih baik lagi ketika ia membantu sesama makhluk hidup. Please adopt, dont shop! Kalau kalian melihat kucing terlantar janganlah menutup mata seakan hal itu biasa saja. Kalian bisa bantu menyelamatkannya terlebih dahulu kemudian buka peluang adopsi untuk kucing tersebut. Semoga banyak cat lovers yang tergerak hatinya dan insyaallah akan selalu ada rezeki yang mengalir setelah kita berbuat baik.

Eva Ayuning Cahya (Tangerang, Banten)


Like it? Share with your friends!

468 shares

What's Your Reaction?

Gemas! Gemas!
0
Gemas!
Marah! Marah!
0
Marah!
Jenius! Jenius!
0
Jenius!
Ngakak! Ngakak!
0
Ngakak!
Sukak! Sukak!
8
Sukak!
Kaget Kaget
0
Kaget
Takuut! Takuut!
0
Takuut!
Sedih Sedih
9
Sedih
WTF WTF
0
WTF

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles